RSS

Halamannn

Nice Story For Vie 3: "Pohon", "Daun", atau "Angin"??


POHON

Orang-orang memanggilku “Pohon” karena Aku sangat baik dalam menggambar pohon. Aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran sebanyak 5 kali, tapi hanya ada satu wanita yang benar-benar sangat kucintai. Dia tidak cantik, tidak memiliki tubuh seksi. Tapi, dia sangat peduli dengan orang lain, religius. Gayanya yang sederhana dan apa adanya, kemandiriannya, kepandaiannya, dan kekuatannya. Aku menyukainya, sangat! Satu-satunya alasanku tidak mengajaknya kencan karena, aku merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku takut, jika kami bersama, semua perasaan yang indah ini akan hilang. Aku takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya. Karena itu, aku memilihnya untuk hanya menjadi “sahabat”. Menjadi sahabatnya, aku akan bisa ‘memiliki’nya tiada batasnya. Tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.
Selama dua tahun terakhir, dia selalu menemaniku dalam berbagai kesempatan, sebagai sahabat. Dia tahu aku mengejar gadis-gadis lain. Ketika dia melihatku dengan pacarku yang ke-2, dia hanya tersenyum dengan berwajah merah. “Lanjutkan saja,” katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak dan merah. Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis. Aku pun berusaha membuatnya tertawa dengan mengajaknya bercanda sepanjang hari. Kali lainnya, di sebuah sudut ruang dia menangis. Hampir 1 jam kulihat dia menangis Aku paham betul apa penyebabnya. Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Mereka berdua perang dingin. Aku tahu bukan sifatnya untuk memulai perang dingin, tapi Aku masih tetap bersama pacarku. Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku.
Esoknya dia masih bisa tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Aku tahu dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia. Aku juga sedih. Ketika aku putus dengan pacarku yang kelima, aku mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku..
Aku bercerita bahwa aku telah memutuskan hubungan dengan pacarku. Sementara, dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku tahu pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik. Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku. Aku hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika sampai di rumah sakit, hatiku bertambah kuat, dan aku tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat di dadaku. Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak. Dan, aku menangis! Handphonekubergetar, ada SMS masuk.

“DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”

DAUN
Aku suka mengoleksi daun-daun, karena aku merasa bahwa daun membutuhkan banyak kekuatan untuk bisa meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali. Selama dua tahun aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “sahabat”. Ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, aku mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya: cemburu.

Mereka hanya bersama selama 2 bulan. Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Aku menyukainya dan aku juga tahu bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak pernah mengatakannya? Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih. Waktu terus berjalan, hatiku semakin sedih dan kecewa. Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tapi, mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekadar seorang teman?

Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati. Aku tahu kesukaannya, kebiasaannya, tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa kupahami. Kadang aku merasa bodoh, karena aku juga berkeras tidak mau mengungkapkan perasaanku. Selain alas an itu, aku mau tetap di sampingnya, memberinya perhatian, menemani, dan mencintainya. Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku. Aku selalu menunggu telponnya setiap malam, dan mengharapkan SMS darinya. Aku tahu, sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untukku. Karena itu aku selalu menunggunya.

Dua tahun berlalu, dan aku mulai merasa lelah. Akhir tahun ketiga, seorang pria mengejarku. Setiap hari dia mengejarku tanpalelah. Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku. Aku mulai berpikir, mungkinkah aku bisa memberikan sebuah ruang kecil dihatiku untuknya? Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon. Aku tahu Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ke tempat yang lebih baik. Meski berat, akhirnya aku meninggalkan Pohon. Tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal. Aku sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.

“DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”

ANGIN
Aku menyukai seorang gadis bernama Daun. Tapi, dia sangat bergantung pada Pohon, sehingga aku harus menjadi ‘Angin’ yang kuat agar bisa meniupnya hingga terbang jauh dari pohon. Aku selalu memperhatikan Daun duduk sendirian atau bersama teman-temannya, memerhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara dengan gadis-gadis, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya. Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti Daun yang suka melihat Pohon. Satu hari saja tak kulihat dia, aku merasa sangat kehilangan.

Di sudut ruang,kulihat Pohon sedang memperhatikan Daun. Air mengalir di mata Daun ketika Pohon pergi. Esoknya, kulihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum padanya. Kuambil secarik kertas, kutulisi dan kuberikan padanya. Dia sangat kaget. Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku. Esoknya, dia datang menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu.

“Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi. Daun tidak mau
Meninggalkan Pohon.”

Bertahun berlalu, aku kembali menghampirinya dengan kata-kata yang sama. Meski sangat pelan, akhirnya dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku. Aku tahu orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku. Selama empat bulan, aku telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20 kali kepadanya. Hampir setiap kali dia mengalihkan pembicaraan, tapi aku tidak menyerah. Keputusanku bulat, aku ingin memilikinya. Suatu hari, dia bilang bahwa dia memberikan kesempatan untukku.

“Ah?”

Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar. Aku menengadahkan kepalaku dan berusaha memastikan perkatannya. Dia berteriak dan mengatakannya kembali. Kuletakkan telpon, melompat, berlari seribu langkah ke rumahnya. Dia membuka pintu bagiku. Kupeluk erat-erat tubuhnya.


“DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”

“Daun terbang bukan karena tiupan angin, tapi karena pohon tidak pernah memintanya untuk tinggal sekencang apapun tiupan angin yang menerpa daun itu, daun akan tetap pada pohon apabila pohon tetap memintanya untuk tinggal”
Nice story for vie’
Dan…entah sampai kapan “daun” terus bertanya dalam hatinya “apakah “pohon” akan memintanya untuk tinggal ataukah “pohon” akan membiarkan “angin” membawanya terbang? Karena hingga saat ini “pohon” masih tetap terdiam. Begitupun “daun” masih tetap terdiam dan terus ada dalam setianya”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (1)

Tell vie: “How do you think about your love?”



“Ku beranjak dari tidurku
mencoba melukis pagiku
dan berharap keajaiban kan datang
Daun tak bergerak, sang burung terdiam
menanti senyuman……
Berdiri termangu membisu
apakah yang akan terjadi
akankah keindahan menyapa??
Kadang berat tuk melangkah memulai hari ini,
namun semua itu sirna karena kau kini ada
Sebuah senyum darimu tlah membuat duniaku terasa lebih terang
Berikan aku kekuatan untukku awali hari terindah dalam hidupku..”

Hmm……..

Apa yang akan terangkai dalam lembaran ini adalah sebuah untaian rasa yang ingin kuselipkan untuk dia yang ada dihatiku, yang selalu kurindukan, sekalipun aku belum pernah tahu siapa dia. Aku berharap semoga untaian rasa yang kuselipkan ini mampu untuk meluluhkan hati pemilik senyum itu. Berbagai cara akan kucoba agar aku tak kehilangan kenangan dari senyum itu. Dan nanti, disaat aku katakan “aku jadi kekasihmu”, semua itu akan membuatnya berkata “aku telah menemukan tulang rusukku yang hilang”.
Robbi…
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
Tabahkan hatinya
Teguhkan imannya
Sucikan hatinya
Lembutkan rindunya

Robbi…
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
Penuhi hatinya dengan KasihMU
Terangi langkahnya dengan Nur_MU
Bisikkan kedamaian dalam kegalauan
Temani dia dalam kesepian

Rabbi…
Kutitipkan cintaku padaMU untuknya
Resapkan rinduku pada rindunya
Mekarkan cintaku bersama cintanya
Satukan hidupku dan hidupnya dalam cintaMU
Sebab sungguh aku mencintainya karenaMU


Cinta? Apa itu cinta?
Kadang aku sulit mengerti apa itu cinta?
Kapankah aku pertama kali mengucapkan kata itu?
Kepada siapakah aku pertama kali mengucapkannya?
Hmmm…………

Aku pernah mendengar seseorang yang bijak berkata: “Jangan pernah menunda cinta, karena kita tidak akan pernah tahu apa yang bisa diperbuat karena cinta”. Cinta berarti rasa sayang dan pengertian. Tanpa cinta hidup kita tidak akan berwarna dan seindah saat ini. Namun, tak dapat dipungkiri cinta tak akan lepas dari duka atau kehilangan apa yang kita cintai. Walaupun demikian, tanpa semua itu, cinta kita takkan benar-benar jelas terasa. Jangan pernah ragu untuk mengungkapkan cintamu. Jangan pernah menunggu untuk memberikan cinta, karena kita tidak akan pernah tahu hal besar apa yang mungkin terjadi karena cinta. Apapun bentuknya, penghargaan terhadap cinta dan kasih saying merupakan pelajaran hidup yang membawamu satu langkah ke depan.

Seseorang pernah berkata padaku ketika aku bertanya tentang “cintaku”:

“Vie, dengarkanlah kisahku. Sejak pertama aku melihatnya, aku suka banget sama dia. Tapi, aku sadar bahwa mencintai itu tidak harus memiliki, ya udah, aku simpan rasa cinta itu sedalam mungkin dihatiku. Aku jadikan rasa itu sebagai sebuah semangat hidup bahwa aku sudah memiliki seorang sepertinya dalam hidupku. Itu membuat hidupku indah banget dan aku berharap semangat hidup yang aku miliki karena kehadirannya akan terus membuat aku lebih bergairah menjalani hidupku sampai nanti aku menemukan cinta sejatiku”
“Vie, nikmati saja dulu apa yang ada, jadikan setiap hal dalam hidup kita adalah cinta yang kita pertahankan, kita jaga. Insya Allah itu akan membuat hidup kita lebih ringan dan nikmat untuk kita jalani”
“Vie, cinta itu adalah rasa dan rasa itu ada dan dikendalikan oleh hati, dan segala yang berhubungan dengan hati adalah sesuatu yang tidak seorang pun bisa memaksakannya pada kita”
“Vie, kata orang cinta sejati lebih tajam dari indera ke-enam, tanpa kita ungkapkan pun dia akan tahu, dan itu akan bisa kita rasakan”
“Jangan simpan cinta terlalu dalam,
karena kamu tidak akan bisa merasakan indahnya
karena kamu tidak akan merasakan semangat yang ada karena hadirnya
Biarkan dia nyata hadir bersama kita
Dan menghiasi setiap hidup kita
Rasakan dia…
Jangan biarkan dia hilang karena terlalu dalam kau menyimpannya”

Yupz, mungkin apa yang dikatakannya benar . Thanks ya bang hans (my sweet brother’s in Seoul). Dan kini aku mulai bisa merasakan kehadirannya. Merasakan semangat hidupnya dalam hidupku. Hmmm… So apa pendapatmu tentang “cinta”. Tell vie: how do you think about your love??

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

HEAL THE WORLD


There's a place in your heart, and I know that it is love
And this place could be much brighter than tomorrow
And if you really try, you'll find there's no need to cry
In this place you'll feel, there's no hurt or sorrow

here are ways to get there
If you care enough for the living
Make a little space, make a better place

Heal the world make it a better place
For you and for me and the entire human race
There are people dying if you care enough for the living
Make a better place for you and for me

If you want to know why, there's a love that cannot lie
Love is strong, it only cares for joyful giving
if we try, we shall see in this bliss,
we cannot feel fear or dread
We stop existing and start living

Then it feels that always love's enough for us growing
So make a better world, make a better world

Heal the world make it a better place
For you and for me and the entire human race
There are people dying if you care enough for the living
Make a better place for you and for me

And the dream we were conceived In will reveal a joyful face
And the world we once believed in will shine again in grace
Then why do we keep strangling life wound this earth crucify
Its soul though it's plain to see this world is heavenly be God's glow

We could fly so high let our spirits never die
in my heart I feel you are all my brothers
create a world with no fear
Together we'll cry happy tears see the nations turn
Their swords into plowshares
We could really get there if you cared enough for the living
Make a little space, to make a better place

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Jejak Langkah Yang Kau Tinggal…


Jejak Langkah Yang Kau Tinggal…

Kata orang jatuh cinta itu indah. Apalagi cinta itu terbalaskan oleh orang yang kita cintai. Sekalipun aku masih belum mengerti betul apa itu mencintai dan apa itu dicintai, tapi mungkin aku bisa sedikit belajar dari apa yang pernah kualami dan juga belajar dari orang-orang yang ada disekitarku. Aku tahu cinta pada sesama manusia itu adalah fitrahNYA, karena Allah pun berfirman dalam suratnya “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNYA ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya tentram kepadanya, dan dijadikanNYA di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (QS.Ar-Rum:21)”. Oh iya, aku juga pernah membaca bahwa Allah juga memerintahkan Nabi Sulaiman untuk menyelamatkan tiap-tiap binatang berpasang-pasangan saat ditimpakan suatu azab bagi kaum yang mendustakan Allah. Tapi, kisah lengkapnya aku cari belum ketemu. Nah, itu berarti kita harus percaya bahwa Allah telah menciptakan pasangan untuk kita dan Insya Allah dia adalah yang namanya ‘jodoh’ kita. Permasalahan siapa, kapan, dimana, dan bagaimana Allah mempertemukan kita dengan pasangan kita, semua itu ada waktunya dan terjadi tepat pada waktunya. Karena ketika Allah telah berkehendak “Jadi. Maka Jadilah”.
Saat aku menulis ini, baru saja aku dan saudaraku, anak dari Budheku saling bercerita. Sebut saja namanya Aga. Aku dan Aga usianya hampir sama, cuma aku beberapa bulan lebih tua dari dia. Entah kenapa akhir-akhir ini Aga sering bercerita denganku. Aku sangat senang, karena saudaraku yang satu ini orangnya paling tertutup. Aku senang ketika dia mau terbuka padaku, setelah hampir belasan tahun kita tidak pernah saling bercerita tentang hal-hal yang sifatnya pribadi. Aku tidak menduga sebelumnya dan hampir tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya. Tentang kisah kasihnya. Kisah kasih di usia kita yang ke-22 tahun ini.
Malam itu, 21.38 hpku tiba-tiba berdering. Dan satu sms aku terima.
“Vie, kmu sibuk ga? Ak mau curhat”
Hah………aku merasa begitu heran sekaligus penasaran.
“Gak, gi nganggur-nganggur nih. Curhat apa? Dh curhat aja, he…”
“Vie, tapi rahasia ya. Via, Dhiya suka sama aku, ini serius. Tapi jaga rahsia. Dia bilang padaku kalau dia suka aku. Tapi sudah terlanjur dengan yang pernah aku kasih tahu kamu. Gmana? Sebenarnya aku kasihan ma Dhiya. Tapi gmana?”
“Walah2?? Pa iya? Serius? Katanya dia sudah punya cowok? Bilang’e ke u lewat sms ato telepon? Trus kamu jawab apa?”
“Cowoknya dah diputus. Soalnya sama-sama anak terakhir. Trus berpaling ke aku. Ini serius vie. Tapi temen-temen kita jng mpe tahu. Kasian. Gimna ini? Dia bilangnya lewat telp ma sms.”
“Iya, tenang aja. Aku ya gak mungkin ngomong ma temen-temen. Bilangnya kapan? Terakhir sms aku minggu-minggu kemarin, bilang ke aku ntar pas reuni mau ngenalin cowoknya ke aku. Lha u ngomong apa ke dia?”
“Katanya dia suka sama aku sudah lama. Tapi aku ga ngerasa. Lha dia gak ngomong. Aku kan gak tahu kan? Knapa dia baru bicara, setelah aku dah punya Anni. Anni itu sudah cinta mati ma aku.Bilangnya kemarin, ya itu, reuni mau menjadikan aku pacarnya vie. Aku gak enak, takut vie, Dhiya itu anaknya orang kaya. Aku jawab yo ku suruh dia mikir dulu keputusannya ingin menjadikan aku cowoknya”
“Ya, aku juga tahu kok Ga. Kalau dia suka kamu sudah lama. Dulu aku kan juga suka menyindir kamu. Tapi, kelihatannya kamu ga suka atau respon ke dia. Aku ya ga berani terlalu member harapan ke Dhiya. Trus aku dengar dia sudah punya cowok dan kamu juga sudah punya. Lha, kamu jawab apa ke dia? Trus sejujurnya kamu sendiri gmana?”
“Dia dah gak punya cowok. Lha aku ga ngerti. Sumpah Vie, gak ngerasa. Dia gak jujur. Kalau jujur-jujuran, aku cinta Dhiya karena kasihan, tapi aku cinta ma Anni karena cinta. “Tapi, kalau saja Dhiya jujur bilang cinta dari dulu, ya tak terima lah. Aku gak mungkin nyakitin cewek. Tapi datangnya terlambat. Knapa baru bicara? Lagian aku mikir panjang, aku coba, dia siapa? “ “Ah…bingung aku. Akibat nyata ini vie, dari ketidakjujuran. Coba saja dia jujur dari dulu. Pasti tak terima, karena selama ini, cewek yang nembak aku, bukan aku yang nembak cewek”
“Ga, gak usah ngomong kayak gitu. Tiap orang itu punya rejeki sendiri-sendiri. Gak usah membanding-bandingkan. Aku cuma bisa nyaranin agar kamu lebih bijak aja. Jangan menerima seseorang karena kasihan karena itu akan lebih menyakitkan daripada kamu menolaknya. Karena cinta adalah sebuah kejuuran dan ketulusan untuk menerima apa adanya pasangan kita. Maka, ikutilah kata hatimu yang terdalam yang kamu yakin itu yang terbaik”
“Ya, cinta sama Dhiya itu ada plus kasihan. Yang aku bikin kasihan, dia dari dulu ternyata beneran saying sama aku. Aku gak ngerti. Aku sudah dekat dengan Anni, ma keluarganya juga”
“Oh begitu ya Ga. Wah2….kisah kasihmu kok rumit ya. Tapi, jangan dibuat rumit loh ya. Mantapkan hatimu saja. Kalau kamu yakin dengan pilihan hatimu yang sekarang ya itu yang saat ini terbaik untukmu. Hidup memang penuh pilihan!! Kamu mantap dengan Anni?”
“Ya, mantap sih Vie, Anni cinta mati sama aku. Aku aja dah ditanggung Vie, keluarganya bisa menerima aku apa adanya. Anni,juga anak orang kaya, dia sudah punya rumah sendiri Vie. Gimana Vie?” Anni itu, kalau aku maen, aku gak boleh bawa montor. Pakai montor dia. Jajan, dia yang traktir. Pengorbanannya sudah banyak. Satu tahun Vie. Lama kan? Aduh2 gimana ini? Kasihan Dhiya Vie”
“Maksudnya ditanggung gimana? Anni anak ke berapa dari berapa orang? Sekolah, kerja, kuliah? Kenapa Anni sampai bisa cinta mati sama kamu? Adakah alasannya?”
“Anni anak terakhir. Dah dibuatkan rumah, sekarang SMA kelas 3. Ku suruh kuliah di Semarang aja, soalnya bapaknya stroke, biar ada yang jaga. Kakaknya sudah menikah. Ya, cinta sungguh-sungguh ma aku.”
“Ga, Tanya, apakah kamu menemukan kenyamanan jalan sama dia?”
“Udah Vie. Dia enjoy wae, gak pernah ada masalah. Anni itu penurut kalau ma aku Vie. Dulu kita jadian pas Anni masih kelas dua. Terus sampai sekarang aku di Jakarta.”
“Oh ya dah kalau begitu. Gak usah dipermaslahkan, tinggal kamu bilang sejujur-juurnya ma Dhiya apa yang menjadi keyakinan hatimu. Mungkin bagi Dhiya jawabanmu akan terasa menyakitkan, tapi aku yakin Dhiya akan menghargai keputusanmu karena Dhiya tlah berhasil melakukan hal yang benar, sekalipun itu terlambat.”
“Tadi Dhiya sms lagi Vie. Dhiya akan stress banget kalau aku tolak. Tadi aku bilang lagi sama Dhiya, aku suruh mikir lagi keputusannya. Mang cewek itu kayak apa sih? Aku bingung. Aduh……” Ya dah Vie, dah malam. Bobo’, besok kuliah. Waduh, pasti nanti aku mimpi buruk Vie. Aduh..aduh…Ya Allah. Gud night”
“Walah kok si Dhiya sampai segitunya sih? Hehehe… Perempuan itu memang unik Ga, dia punya sesuatu hal yang kadang tidak bisa dimengerti orang lain. Perempuan adalah tulang suruk laki-laki, biarkan dia tetap bengkok dan jangan pernah kau coba untuk meluruskannya karena itu akan membuatnya patah. Hanya laki-laki yang mampu mengerti mengerti perempuan. Maka, sayangilah dia seperti apa adanya.” Aku nih manusia kelelawar Ga, tidurnya terserah,he.. Aku dah gak kuliah, tinggal skripsi saja. Kamu dah mo tidur ya? Ya dah met bobo’ ja, ga usah mikir yang aneh-aneh. Konsentrasi ja ma kerjaanmu di Jakarta. Okey.”
“Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik pada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah pada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Ada yang berkata:’cinta itu anugerah, jangan dicari atau mencari, karena ia akan hadir sendiri walau sejenak atau dalam situasi yang salah. Cinta itu adalah fitrah, maka posisikan cinta itu sewajarnya saja untuk meraih ridhoNYA, niscaya kau akan bahagia. Ga, jangan berlebihan.”
“Waduh Vie, bahasamu tingkat tnggi. Aku lulusan STM, gak begitu ngerti Vie. Aku kenal Anni, dia ngakunya anak orang gak begitu kaya. Ternyata, aku tahu anaknya orang kaya. Aku takut Vie” Aku kalau suka sama cewek padahal gak berani mengungkapkan. Sumpah. Dia yang ‘nembak’ aku selama ini. Kamu kan tahu, aku anaknya itu pemalu. Tetapi mereka memaksa, ya udah aku terima. Begitu ceritanya “Hahaha….bahasa perempuan Ga. Aku ja juga gak ngerti. Direnungi wae. Siapa tahu ada manfaatnya.” Iya aku ngerti kalau kamu itu pemalu. Gak usah takut. Buat apa takut. Kaya atau miskin itu tinggal rejekinya. Kamu percaya jdoh gak? Gusti Allah itu lebih ngerti apa yang paling baik buat kamu. Intinya ‘enjoy aja’, hehehe….”
“Eh, gimana nih alau seandainya Dhiya gak ku terima. Hubungan persahabatan aku ama dia ama kamu hancur. Itu resikonya. Kalau ku terima, sama saja aku berkhianat sama Anni. Iya kan?”
“Gak mungkin mas. Tenang aja, aku yakin persahabatan kita akan baik-baik saja. Gak usah khawatir. Semua itu butuh waktu. Kamu menolaknya yang halus dengan alas an yang bisa Dhiya mengerti dan hargai”
“Aku ini masih ditunggu jawabanku sampai besok. Gimana ini. Persahabatan akan terancam. Gak tahu, gak tahu ah. Nasibnya jadi ‘cah ganteng’ mungkin. Ibu…ibu…”
“Halah, narsisnya keluar. Ya dah dijawab apa adanya aja. Ibu pasti merestui anak laki-lakinya yang jelek-jelek sendiri. Amin. Hehe…”

Beberapa hari kemudian……20.30
“Vie gimana ini? Dhiya suka sama aku kok mpe seperti ini. Aku takut Vie. Gimana ini? Aku harus member jawaban apa? Dhiya menangis Vie. Ya Allah bagaimana ini?”
“Kamu bilang apa, kok mpe Dhiya menangis? Atau kamu belum memberikan jawaban sama sekali”
“Aku belum berani memberi jawaban. Yah gimana? Aku gak ngerti jodohku siapa kelak. Kalau tak tolak, aku takut ‘kualat’. Aku bingung. Katanya dia suka sama aku dari SD sampai sekarang. Kasihan banget, tahu gak.”
Sekedar mengingatkan, Dhiya adalah teman kita sejak duduk di Taman Kanak-Kanak, sampai sekarang kita masih menjalin persahabatan, sekalipun waktu lebih sering membuat kita jarang sekali bertemu, tetapi pasti selalu ada kesempatan untuk kami sekedar bertegur sapa, atau saling bercerita kalau kebetulan bertemu pas Hari Raya tiba. Memang, kami satu daerah tempat tinggal, SD sampai SMP kami selalu sama. Tapi, ketika lulus SMP kami belajar di tempat yang berbeda-beda. Dhiya di SMP daerah kecamatan kami. Aga di STM. Dan aku ke SMA di Kota. Kalau bertemu mungkin bisa dihitung dengan jari dan saat itu belum ada HP, jadi praksis kami gak pernah saling berkomunikasi. Tapi, Allah itu Maha Indah dengan Segala Keindahannya, Dia selalu menjaga persahabatan kami. Ada sesuatu di persahabatan kami. Yang pasti sesuatu yang indah. Sekarang, Dhiya kuliah di perguruan tinggi negeri di Kota Atlas, sementara Aga, bekerja sebagai arsitek di perusahaan besar di Jakarta dan aku sendiri kuliah di perguruan tinggi yang kata orang bersejarah di Kota Budaya. Dan, akhir-kahir ini kami bisa berkomunikasi kembali. Dan hal yang tidak ku percaya adalah bahwa Dhiya masih menyukai Aga sampai sekarang, dan entah kenapa aku bangga terhadapnya tapi sekaligus menyayangkan sikapnya. Bangga karena Dhiya berani jujur memperjuangkan perasaan yang sudah Dhiya pendam selama belasan tahun. Menurutku, itu sangat sulit, sekalipun Dhiya sering sekali punya banyak ‘pacar’. Apakah itu yang namanya cinta sejati, aku tidak tahu?. Namun, yang aku tidak mengerti kenapa Dhiya menjadi memaksakan kehendaknya seperti itu. Entah, apa yang ingin dibuktikannya.
“Hmm….jodoh memang gak ada yang tahu Ga. Ngomong-ngomong soal ‘kualat’. Ya percaya gak percaya, smua itu tinggal RidhoNYA saja. Kata seseorang ‘wong urip kuwi enek sing nguripi’. Kalau menurut kata hatimu yang paling dalam, gimana?”
“Cintaku tipis ma Dhiya. Jujur, soalnya cintaku pertama, habis ma temenmu SMA itu. Habis ditemanmu, sebenarnya aku malas Vie dengan yang namanya pacaran. Aku cari cewek, ku buat jaga-jaga aja besok kalau nikah, ada yang aku tuju. Sebenarnya hokum Islam boleh tidak menikah. Mungkin aku lebih suka hidup sendiri. Saat ini cewekku ya Anni itu”
“Oh, begitu. Berarti kamu dulu pernah ‘pacaran’ ma temenku? Mungkin cinta pertama memang susah untuk dilupakan kok Ga. Sebenarnya aku juga seperti kamu, bedanya Cuma kamu berani belajar mencintai orang lain, kalau aku belum berani suka sama orang lain lagi. Aku juga takut Ga, kalau aku nolak-nolak orang, tapi aku gak mau membohongi kata hatiku sendiri ke mereka. Ya, Alhamdulillah, sampai sekarang orang-orang yang belum bisa ku terima, maih bersahabat baik denganku. Bersikap dewasa itu mungkin lebih bijak”
“Menikah itu pilihan Ga. Tapi, sekalipun hokum Islam tidak melarang orang yang memilih tidak menikah, alangkah mulianya jika kita bisa memilih untuk menikah, karena menikah itu adalah ibadah. Sunatullah. Enak kan kalau kita besuk dapat jodoh yang bisa kita bawa dari dunia ke akhirat. Apalagi bisa berkumpul di surga. Hmm….indahnya”
“Bingung aku. Selain Dhiya itu akeh yang suka, dan juga menunggunya. Malah ada yang suka nelpon Ibu. Takut aku. Aku sebenarnya pengen hidup sendiri. Ahh…. Hpnya Dhiya sepertinya gak aktif. Dah ku sms tapi gak ada yang masuk. Mau ku telepon, pulsaku tinggal dikit.”
“Ya Allah, sampai telpon ibu. Dhiya yang telpon?? Dah kamu tenang aja. Semua pasti ada jalan keluarnya. Tinggal nunggu waktunya.
“Ga, aku kok pengen nangis ya. Rasanya kangen banget ma hidupku pas kecil. Huhhfff… Ya dahlah, dijalani aja. ‘Gusti Allah Mboten Sare’. ”
“Dhiya nangis Vie. Bingung aku. Ahh…gak tahu ak. Pengen menjerit aku……”
“Ga yang kita alami kok sama ya. Hmmm…apa yang akan terjadi pada kita ya?”
“Gawat memang Vie. Mungkin ada sesuatu pada kita Vie ‘pengasihan dari mbah’, semua ini dialami oleh saudara-saudara kita. Awalnya disukai banyak orang, sekalipun nanti pada akhirnya menikah juga. Gawat Vie, akeh godaannya.”
“Walah. Hmm…seandainya iya, ya Alhamdulillah lah Ga banyak disukai orang, daripada dibenci orang, kan lebih gawat lagi. Cuma, yang aku belum mengerti sampai sekarang, kenapa aku gak gampang suka dalam arti saying ma orang yang saying ma aku ya. Gimana ya?”
“Sama aja. Jujur, dari dasar hatiku. Aku kalau pacaran ya, aslinya gak suka banget, paling ya biasa saja. Anehnya malah pengen sendiri saja. Kalau kebanyakan yang suka malah gawat. Di kantorku juga ada yang suka, bahkan sampai berperilaku tidak wajar.”
“Hahaha….ah gak tahu Ga. Aku yang namanya orang sebut ‘pacaran’ (sebenarnya aku sendiri gak begitu suka dengan sebutan pacaran, rasanya aneh) itu cuma sekali pas SMA, itu aja gara-gara aku minta ma Allah ‘pengen merasakan aja pacaran pas SMA itu seperti apa’. Alhamdulillah di’ijabah, tapi ‘pacaran’ku malah kayak temenan biasa, gak seperti orang-orang yang lain. Lulus SMA, dah hilang sendiri-sendiri. Tapi, kalau aku suka sama orang baru beberapa tahun yang lalu, dia datang di saat masku menikah, entah dimana dia saat ini aku gak tahu. Halah, hehe….”
“Eh Ga, hati-hati kalau sampai berperilaku tidak wajar, jangan sampai kebablasan. Hati-hati pokoknya.”
“Makanya itu Vie, aku kadang pura-pura mau pergi makan, kalau ada mereka masuk ruanganku. Cantik sih cantik. Tapi sifatnya menakutkan. Eh siapa pangeranmu beberapa tahun yang lalu. Kenalkan dunk.”
“Hehe….gak usah. Aku sama dia filling an aja. Entah kenapa aku bisa merasakan apa yang dia rasakan. Dia punya wajah mirip mas pas kecil. Ingat gak, foto yang gak sengaja kebuka di komputermu. Trus ditertawain dan aku diinterogasi ayahmu. Ah, malu banget aku. Selama ini aku gak pernah cerita ma orang-orang rumah kecuali mas ma kamu. Hehe…”
“Oh..dia, ya, aku tahu. Ganteng ya. Ayo kejar dia Vie. Paling belum jauh, santai aja.”
“Ga berani mengejar mas. Biar waktu yang menjawab. Gak tahu kapan itu. Aku juga gak ngerti apakah harus ku perjuangan atau tidak. Dari awal aku bertemu dengannya, aku Cuma percaya pada satu hal, Allah yang mentakdirkan kita untuk bertemu, Allah juga yang memisahkan, dan jika Allah berkehendak Allah pasti mempertemukan kita kembali, kalau tidak ya, pasti akan ada orang yang tepat untuk menjadi pasangan kita masing-masing. Hanya itu yang masih ku pegang hingga saat ini. Ya, sudahlah, hehe….”
“Jawabanmu Vie. Bikin aku merinding. Tapi, segalanya harus diusahain. Jangan menunggu takdir dari Allah. Kita diwajibkan berusaha, kecuali kalau gagal berarrti memang takdir.”
“Gak tahu Ga, aku aja juga merinding kok. Ikhtiarku sekarang cuma bisa mencoba berteman dengan teman-temannya, sekalipun aku Cuma bisa mendengar kabarnya dari mereka aku sudah cukup bahagia. Ya, mungkin nanti kalau sudah waktunya, aku akan jujur. Nah, itu kapannya aku belum ngerti. Ya, disyukuri saja apa yang terjadi sekarang. Semuanya berproses.”
“Wuihh… adik perempuanku, hahaha… Ku do’akan Vie, biar dapat adik ganteng aku. Yang pasti harus ganteng hatinya juga ya. Jangan sampai kamu tertipu ya. Aku tidur dulu. Have a nice dream… ”
“Hahahaha… Ya. Amin Ya Robbal’alamin. Sama-sama Raden Mas Aga. Ya dah met tidur, makasih ya. Have nice dream and hope tomorrow will be a nice day for us. Zzztt…zztt….”


*******
Ku buka mataku, mencoba bangun dan menatap kenyataan ini. Kenyataan bahwa dia sudah pergi dariku. Tapi, entahlah ada apa denganku. Aku ingin sekali melepaskannya, membiarkannya pergi, membiarkannya berlalu dan aku ingin sekali menghapusnya dari lembaran hidupku. Tapi, ternyata aku belum bisa. Bohong, jika aku membencinya. Dusta, jika aku tidak mengharapkannya, dan bodoh jika aku harus melupakannya.
Ku buka kembali lembara cerita kasih yang kini menjadi kenangan indah untukku. Saat itu, saat aku mulai mengenalnya dalam hidupku.
Saat itu, malam datang menghampiriku. Saat aku mulai terpejam, dia datang menghampiriku dan menyapaku dengan senyumnya. Senyum yang mampu membuatku tersenyum meski aku tak mampu menatapnya. Saat itu aku benar-benar mengacuhkannya dan membiarkannya berlalu begitu saja. Entah kapan, dimana, dan bagaimana semua itu terjadi. Sia selalu mengisi hariku dengan berbagai hal yang membuatku tersenyum, membuatku tertawa saat aku merasa begitu sepi. Meski aku belum dapat menatapnya, meski aku tidak pernah ingin bertemu dengannya, aku sangat bahagia bisa bercanda dan bercerita dengannya. Hingga saat itu tiba….
Awal tahunku, adalah awal aku bertemu dengannya. Saat itu entah apa yang ada di benakku. Aku bingung, aku takut, dan aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Hari itu dia benar-benar ada dihadapanku. Ku tatap dia berdiri di kegelapan malam, di dalam kesunyian malam, di persimpangan jalan antara mimpi dan kenyataan. Ini adalah yang pertama kali dalam hidupku. Apa yang aku bayangkan sebelumnya menghilang begitu saja, saat tangannya menjabat tanganku dan sebuah nama terdengar ditelingaku. Aku masih tak percaya, hal seperti ini terjadi dalam hidupku. Aku duduk dihadapannya, duduk diantara ketidakpercayaanku. Seketika, aku menjadi berubah. Aku hanya bisa terdiam, membisu. Aku hanya mampu menatap matanya dan senyumnya. Dan waktu pun berlalu, membawanya hilang dari hadapanku.
Sejak saat itu, aku mulai menerima kehadirannya dalam cerita kasihku. Cerita kasih yang sebenarnya waktu itu belum berani aku tuliskan. Dia mengisi kekosongan lubang kecil di hatiku selama ini.
Waktu terus berjalan mengiri langkahku. Aku bahagia, meski hanya dengan diriku sendiri. Aku bahagia, karena saat itu dia ada dan memberiku senyum kecil dan tawa kecil, sesuatu yang indah yang belum pernah aku temukan sebelumnya, meskipun dia tidak selalu tepat ada disampingku, meskipun senyumnya hanya bisa ku pandang dalam ingatanku, tapi kehadirannya dihatiku sudah membuatku cukup merasakan bahwa dia ada disampingku.
Aku pernah merasa ragu dengan setiap hal yang aku rasakan terhadapnya. Aku tidak mengerti apakah itu. Di setiap malamku, aku selalu bersujud dan bertanya padaNYA, berharap DIA akan memberiku jawaban atas pertanyaanku. Di dalam hatiku, aku rasakan sedikit ketakutan, takut semua ini hanyalah mimpi, atau dongeng tidur semata, dan aku tak pernah ingin terperosok dalam kisah yag tak tentu arah.
Aku sempat berhenti, merenungi semua ini, mencoba untuk tidak memperdulikannya, tidak memperdulikan perasaannya dan tidak juga memperdulikan perasaanku. Ku buang jauh-jauh rasa yang mungkin saat itu tidak pantas untukku. Tapi, ternyata aku salah, semakin aku tidak ingin mempedulikannya, semakin aku ingin menjangkaunya dan membawanya kembali padaku.
Untuk yang kedua kalinya, aku menemuinya, hanya untuk sebuah alasan yang tak jelas. Satu keberanian yang belum pernah aku lakukan satu kalipun. Satu alasanku adalah hanya ingin bisa memandang senyumnya sejenak saja dan berlalu.
Semakin hari semakin aku menyukainya. Perasaan apa ini. Dia bisa menjadi teman sekaligus sahabat yang baik untukku. Dia memberiku senyum dipagiku dan memberi warna lain di setiap hariku.
Ketiga kalinya dia menemuiku. Memberiku rangkaian lagu yang teramat indah. Sebuah nyanyian yang tak mampu ku dengar dan hanya mampu kurasakan mengalun indah dihatiku. Lagu tentang bintang yang tercipta untukku.
Keempat kalinya dia datang padaku. Tapi, saat itu ada yang berbeda dengannya. Dia tidak memandang ke arahku. Wajahnya tertunduk saat itu. Dia hanya diam dan berlalu begitu saja, meninggalkan satu pertanyaan yang tak pernah mampu kujawab. Satu pertanyaan yang selalu mengusik hatiku.
Dan datanglah ia malam itu. Satu malam yang membutku berani memintanya datang menemuiku. Membantuku berpijak di keramaian malam yang membuatku bingung. Dan aku tidak pernah menyangka, malam itu adalah saat yang dianggapnya sebagai saat terakhirnya untukku.
“Saat terakhirku untuk Vie, akhirnya berguna juga. I will missing u”
Aku tak mengerti apa arti perkataannya itu. Hanya satu kalimat itu yang ia katakan, selebihnya diam. Aku pun tidak berkata sepatah katapun. Aku biarkan dia membisu, sekalipun aku sangat ingin mendengarnya bicara. Sejenak, dia pun berlalu dari hadapanku. Ku coba bertahan dengan semua ini. Hingga aku pun berpikir jika memang saat terakhirnya untukku adalah malam itu, aku tidak apa-apa. Hanya saja untuk terakhir kalinya aku ingin memberinya satu kado terindah di hari bahagianya. Tapi, saying kado itu tak mampu kuberikan, karena dia tidak menginginkanku bicara padanya. Yang mampu kulakukan hanya berdo’a untuknya. Aku berharap do’aku bisa menjadi kado terindah untuknya. Dan malam pun berlalu bersama harapanku untuk kebahagiaannya.
Di tengah hijaunya alam, diantara indahnya alam ciptaan Allah, aku mersakan satu kedamaian. Aku sangat bersyukur Allah ijinkan aku berpijak di tengah keindahan yang di ciptakanNYA. Aku berjalan, berlari, tersenyum, dan tertwa menatap birunya langit, putihnya awan, sejuknya semilir angin yang begitu menenagkan. Satu kenyamananku setelah semuanya berakhir.
Dan……….
Dia pun datang kembali padaku, mengucapkan rasa terima kasih atas do’a yang kuberikan padanya. Dan dia pun memintaku menemuinya. Malam itu kami pun bertemu. Dia membawaku mengelilingi keindahan malam ciptaan Tuhan. Mungkin bagi semua orang itu adalah hal yang biasa, tapi tidak bagiku. Seribu kali pun dia memintaku berputar mengelilinginya aku akan lakukan. Saat aku pandang punggungnya yang berdiri dihadapanku, aku baru menyadari bahwa aku telah benar-benar menyukainya. Benar-benar yakin pada perasaanku.entahlah, apakah mungkin itu yang disebut dengan ‘jatuh cinta’. Namun, aku hanya diam membiarkan rasa itu ku miliki sendiri.
Dia membawaku pada suatu tempat yang belum pernah kudatangi. Khayalan masa kecilku kini seolah menjadi kenyataan. Mungkin, hal itu bagi semua orang adalah hal yang biasa, tapi bagiku, makan malam itu adalah makan malam terindah untukku. Meskipun ada sedikit kebodohan-kebodohan yang tak sengaja kulakukan hingga malam itu menjadi sedikit aneh untukku dan juga untuknya. Sebelum, malamku bersamanya berakhir, aku ingin sekali mengatakan satu hal padanya, namun aku tak mampu mengatakannya dan membiarkannya pergi begitu saja. Dan mungkin dia tidak pernah kembali padaku...
Setelah malam itu, dia benar-benar menghilang dan pergi. Membuatku patah, aku terluka, aku sakit, dan benar-benar menangis. Aku tidak menyesal olehnya, aku tidak marah padanya, tapi aku marah pada diriku sendiri, membiarkannya pergi dan tak kembali. Sesungguhnya aku ingin, tapi aku begitu lemah dan aku tak mampu mencegahnya untuk tidak pergi meninggalkanku terluka oleh luka yang kugores sendiri dihatiku.
Kini semuanya telah berakhir. Dia pun kini telah begitu jauh dariku. Menjadi asing kembali. Yang tersisa kini hanyalah satu kerinduanku. Kerinduanku akan kehadirannya kembali mengisi lubang hati kecilku ini. Entah sampai kapan rasa ini ada dihatiku. Entah siapa yang mampu menghapuskannya, karena ternyata aku belum mampu menghapuskannya sendiri.
Aku jadi teringat saat itu ada yang pernah berkata “The love is just for who believe in Love Creator. Rosullullah bersabda “ Allah berfirman : ‘cintaKU harus kuberikan kepada orang-orang yang saling mencintai karenaKU. CintaKU harus kuberikan kepada orang-orang yang saling berkorban karenaKU, dan cintaKU harus KU berikan kepada orang-orang yang menyambung hubungan karenaKU’, maka hiduplah di bawah naungan cinta dan saling mencintailah karena keagunganNYA, niscaya akan mendapatkan naungan Allah yang pada hari itu tidak ada naungan selain naunganNYA. Jika aku bisa aku ingin seperti itu, aku ingin mendapatkan cinta yang seperti itu, cinta yang menerimaku, membuatku tersenyum dan menemaniku hingga lelah kaki ini melangkah. Dan cinta itu adalah cinta yang dapat membawaku pada kecintaanNYA. Lalu, aku pun mengikuti do’a yang Rosulullah ajarkan.
“Ya Allah, karuniakanlah kepada kami cinta kepada mereka yang mencintaiMU, dan apa saja yang mendekatkan kami kepada cintaMU, dan jadikanlah cintaMU itu lebih berharga bagi kami daripada air yang sejuk bagi orang yang dahaga”
Sepotong do’a itu pernah kupanjatkan sebelum Allah menghadirkannya dalam hidupku. Yah, aku memang tidak akan pernah tahu apa yang Allah rencanakan pada kisah kasihku. Hingga saat ini Allah masih merahasiakan kasih yang diciptakanNYA untukku mengakhiri kisahku. Siapa dia? Dimana dia? Kapan? Dan bagaimana? Allah Maha Tahu. Yang aku lakukan hanyalah tetap menjaga hatiku dan selalu belajar untuk menyukai siapapun dengan sewajarnya saja karena Allah pun menegur hambaNYA “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS.Al. Baqarah 216).
Saat aku menuliskan kisah kasih ini, aku hanya berpikir bahwa semua itu adalah awal aku memulai kisah kasih yang nantinya akan terjadi dalam hidupku, akan ada episode berikutnya yang aku belum tahu, namun aku selalu percaya akan ada akhir dari kisah kasihku itu. Dan, semua itu sudah dituliskanNYA untukku.
Sedikit saja ingin kuselipkan untaian rasa yang ingin kusampaikan pada dia, yang belum sempat aku katakan malam itu. “Terima kasih untuk rasa yang kau berikan dan sesungguhnya aku juga merasakan rasa itu hingga saat ini, hingga kau tak lagi ada disampingku. Maafkan aku, yang tidak pernah bisa mengatakan hal ini langsung padamu. Semoga kau membacanya, sekalipun semua ini mungkin sudah terlambat dan segalanya telah berubah. Aku tidak berharap hal lain, selain kau masih mau selalu tersenyum untukku.”
Pie_at 10.10. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Friendship

Persahabatan adalah penjamin kualitas kebersamaan
Seorang sahabat tidak memiliki kepentingan lain dari kita,
kecuali membantu kita menjadi pribadi yang berbahagia dengan pilihan-pilihan baik kita
Seorang sahabat adalah seorang rekan yang mengenal lagu-lagu keberanian di hati Anda,
dan yang kemudian dengan penuh kasih menyanyikan lagu-lagu itu saat Anda berkecil hati

Setiap orang mungkin bisa mendengar yang Anda katakan,
tetapi sedikit sekali yang betu-betul mendengarkan,
dan hanya seorang sahabat yang mampu mendengar yang tidak Anda katakan.
Dan dengannya dia memberikan - bahkan yang tidak Anda minta.

(MTST - Becoming Your Best Friend-Mario Teguh)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Mungkin Do’a Sudah Terjawab, Tapi…

Mungkin saja do’a kita selama ini sudah terjawab. Mungkin Allah swt sudah menunjukan jalan kepada kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Saat kita menginginkan karir yang lebih baik. Bisa jadi peluang sudah ada di hadapan kita. Mungkin dengan sebuah tugas yang berat dan setelah tugas tersebut kita akan dapat promosi. Saat kita ingin membangun sebuah bisnis, mungkin kita dipertemukan dengan orang yang akan membantu kita. Tapi…

Mungkin kita malah mengabaikannya. Kita meminta tetapi kita sering kali lalai dan menunda-nuda untuk bertindak. Padahal bisa saja do’a kita sebenarnya sudah dikabul, namun kita tidak menyambut hasil do’a tersebut. Kita masih tetap berkutat dengan zona nyaman kita. Kita masih tetap dengan kemalasan kita. Kita masih diliputi dengan keraguan dan kekhawatiran. Mungkin…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Song for Gaza


We Will Not Go Down In Gaza Tonight
Composed by Michael Heart

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

PEREMPUAN :Meneladani Kemandirian Khadijah

18 Februari 2009

Ketika melihat kenyataan bahwa perempuan sampai sekarang ini masih dililit berbagai penderitaan, seperti kemiskinan, objek kekerasan bagi kaum laki-laki, dan sulitnya mengakses ruang publik, batin penulis kian resah.Tengok saja, kemiskinan perempuan dalam kesempatan mengakses pendidikan, kesehatan, maupun perekonomian masih lemah.

Keadaan itu membuat perempuan sangat tergantung kepada pihak yang memiliki akses dan kekayaan, serta tak bisa memutus mata rantai kekerasan yang menimpa dirinya.

UNTUK menuntaskan problem klasik perempuan itu, kata kuncinya adalah kemandirian ekonomi perempuan. Dalam bahasa sederhana, perempuan harus memiliki usaha yang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Kemandirian di bidang lain, seperti politik, budaya, iptek, dan agama tentu makin menguatkan posisi perempuan dalam terpaan problem kehidupan.

Siti Khadijah adalah salah satu teladan yang luar biasa bagi kita. Ia perempuan kaya yang mengelola sendiri perusahaannya. Dengan kemandirian ekonominya, ia menjadi pribadi perempuan yang dapat lebih bebas mendukung syiar Nabi Muhammad SAW.

Di zaman sekarang, potret Khadijah sebenarnya dapat ditemui di sekitar kita, tetapi jumlahnya sangat kecil. Kebanyakan masuk pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan sektor informal.

Sektor UMKM di Indonesia mencapai 99 persen dari seluruh usaha di Indonesia. Dari jumlah itu, 35 persen diantaranya digerakkan oleh perempuan. Ya, merekalah Khadijah di zaman sekarang.

Di tingkat desa dan kota, sudah banyak potret perempuan mandiri. Mereka biasanya memiliki usaha kecil seperti berdagang, memiliki toko kelontong, dan sebagainya. Demi solidaritas antarperempuan dan niat membesarkan usahanya, mereka biasanya membentuk perkumpulan atau organisasi.

Misalnya, mendirikan koperasi simpan pinjam, menggelar arisan dan pengajian, bertukar informasi usaha, menyuplai kebutuhan para anggota (terutama ketika ada hajatan), curhat masalah hambatan usaha, dan kegiatan ekonomi produktif lainnya.

Faktor Penghalang

Untuk menjadi mandiri secara ekonomi, memang banyak faktor yang menghalangi.

Faktor budaya selama ini melihat kemandirian ekonomi perempuan sebagai hal yang tidak menguntungkan laki-laki. Dengan pemahaman lain, jika perempuan mandiri, mereka bisa ’’membangkang’’ terhadap suami.

Tentu saja alasan ini tak benar. Apakah Khadijah pernah membangkang Nabi dengan kekayaannya? Tidak! Ia menjadi pendonor dan pelindung Rasulullah, ketika semua orang menentangnya. Ia juga yang pertama meyakini ajaran Nabi Muhammad.

Justru kemandirian ekonomi perempuan bisa membuat siklus kebutuhan (pendapatan dan pengeluaran) rumah tanga tidak terlalu terganggu, jika salah satu sumber pendapatan terputus. Misalnya suami terkena PHK atau usahanya gulung tikar, dan terutama kalau suaminya kelak meninggal.

Faktor penghambat yang lain adalah rumitnya administrasi pengurusan izin usaha, sulitnya memeroleh akses permodalan, minimnya management skills, akses pasar terbatas, tidak terlibat dalam pembuatan kebijakan, dan lain-lain. Sebagian dari problem itu kini sudah mulai diatasi baik oleh pemerintah maupun LSM.

Allah mendorong agar laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki kemandirian dan pendapatan. Dengan pendapatan yang dimiliki, seseorang bisa beramal. Karena amal yang dikeluarkan suami akan dicatat sebagai amal suami, bukan amalnya sang istri. Begitu juga sebaliknya.

Tanggung jawab untuk mewujudkan kehidupan yang baik, dengan melakukan kerja-kerja postitif, adalah kewajiban suami-istri, seperti disampaikan dalam QS An Nahl ayat 97.

Dalam QS An-Nisa: 21, Allah juga menyeru: ’’Bagaimana kamu (tega) mengambilnya (harta istri dari mahar) padahal di antara kamu sudah berhubungan intim, dan mereka (istri-istri) telah menerimanya (mahar) dari kamu sekalian melalui perjanjian (pernikahan) yang kokoh’’.

Ayo, tunggu apa lagi! Kini saatnya perempuan modern harus mandiri seperti Khadijah. (Mar’atul Uliyah, Manager Program Islam dan Gender LKiS-32)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Sinopsis Film:KINGDOM OF HEAVEN



Kingdom of Heaven bercerita tentang seorang insinyur dan tentara zeni yang hidup sebagai seorang pandai besi di sebuah desa di Perancis. Pria ini dihantui oleh tindakan dosa bunuh diri istrinya akibat keguguran. Sekelompok kecil pasukan Perang Salib datang ke rumahnya, meminta dibuatkan sepatu untuk kuda-kuda mereka, juga makanan dan tempat berteduh, Balian (Bloom) pun memenuhi permintaan mereka. Kemudian Balian mengetahui kalau pemimpin Pasukan Salib ini, Godfrey of Ibelin (Neeson), adalah ayahnya sendiri. Ternyata Godfrey datang memang ada maksud tertentu, yaitu untuk mengklaim kembali anaknya yang telah ia tinggalkan, Balian dan mengajaknya pulang ke tanah suci Jerusalem.

Awalnya Balian menolak ajakan Godfrey, karena ia merasa tidak membutuhkan pengakuan dari Geodfrey, toh selama ini ia bisa hidup tanpa ayahandanya itu. Geodfrey tidak bisa memaksakan kehendaknya pada Balian, ia paham benar kenapa Balian seperti itu. Kemudian pasukan itu pun bergegas bersiap untuk kembali ke Jerusalem. Sebelum rombongan itu pergi, salah seorang prajurit kepercayaan Geodfrey berpesan jika Balian berubah pikiran, ia masih bisa menyusul. Prajurit itu memberitahukan jalan mana yang mereka telusuri.

Saat itu, nampaknya ada seorang pendeta desa mencuri dengar pembicaraan. Pendeta itu berusaha meyakinkan Balian bahwa dalam situasi yang Balian alami saat ini, akan lebih baik jika Balian pergi bersama Geodfrey. Pendeta itu meyakinkan Balian bahwa Jerusalem merupakan tempat untuk mencari pencerahan dan ampunan. Seperti reaksinya terhadap Geodfrey, Balian juga tidak menggubris perkataan sang pendeta. Namum ketika si pendeta itu mulai berkata hal menyakitkan mengenai istri tercintanya, pemuda pandai besi ini jadi marah dan akhirnya membunuh pendeta itu. Keadaan berubah makin parah bagi Balian, membunuh seorang pendeta merupakan kesalahan fatal, pendeta itu mungkin ada benarnya juga, tidak ada lagi tempat untuk Balian di desa itu, akhirnya Balian pun memutuskan untuk menyusul ayahnya pergi ke Jerusalem dengan harapan bisa menebus dosa dan pengampunan Tuhan untuk istri dan dirinya sendiri.

Setelah mereka meninggalkan desa itu, para prajurit penjaga lokal datang menemui pasukan Salib dengan maksud hendak menangkap Balian (tapi bisa jadi juga diimplikasikan ada seorang tuan tanah lokal yang hendak mengklaim tanah milik Godfrey). Pasukan Salib Geodfrey menolak menyerahkan Balian dan kemudian terjadilah bentrokan berdarah yang kemudian dimenangkan pasukan Godfrey. Akan tetapi, banyak diantara mereka yang terbunuh dan Godfrey sendiri terluka parah akibat terkena panah.

Di Jerusalem, Godfrey, saat hampir menjelang ajal, menobatkan Balian sebagai seorang ksatria dan memerintahkan agar Balian mengabdi pada Raja Jerusalem dan melindungi rakyat. Lalu Balian pun jadi kenal baik dengan para tokoh politik penting Jerusalem, yaitu sang Raja Baldwin IV (Norton), yang sakit lepra tapi seorang yang bijak, pemimpin yang baik hati; Putri Sybilla (Green), adik perempuan Raja Baldwin IV dan yang juga telah menarik hati Balian; Guy de Lusignan, suami Sybilla yang licik, haus darah, dan tidak punya toleransi.

Kemudian, Guy dan Raynald de Chatillon (Gleeson) dengan sadis membantai iring-iringan karavan Muslim yang sedang melintas di suatu area di gurun. Dengan perasaan murka, Saladin berangkat ke Kerak, kastil milik Guy, bersama pasukannya untuk menuntut balas. Balian bersama para prajuritnya segera berangkat dari Ibelin untuk memberi bantuan kepada pihak Kerak melawan serangan Saladin (Massoud) itu. Walau kalah jumlah, Balian dan para prajuritnya tetap gagah berani berusaha menahan serangan pasukan Saladin untuk mengulur waktu agar para penduduk desa di sekitar Kerak bisa lari mengungsi ke kastil. Pertempuran itu berakhir cepat, Balian dan pasukannya ditawan, namun tak lama dilepaskan kembali oleh seorang jenderal Muslim sebagai balasan kemuliaan hati Balian yang dia pelajari jauh sebelum pertempuran itu. Akhirnya, Raja Baldwin IV tiba bersama pasukannya dan berhasil membujuk Saladin untuk menangguhkan penyerangan, mencegah pertumpahan darah yang sia-sia dan berjanji akan menghukum Raynald.

Raja Baldwin akhirnya meninggal dan pemerintahannya diturunkan ke Sibylla, dimana Sibylla lalu menunjuk suaminya, Guy, sebagai Raja baru Jerusalem. Guy, dengan bantuan Raynald, menyulut peperangan dengan Saladin dengan membunuh adik perempuan Saladin, juga beberapa warga Muslim dan utusan Saladin. Bersama pasukan Ksatria Templar, Guy keluar dari kota Jerusalem ke gurun pasir untuk menyerang Saladin, tanpa memikirkan pentingnya faktor persediaan makan dan minuman. Akibatnya, pasukan Muslim dengan mudah bisa mengalahkan pasukan Salib Templar yang telah lemah dan kelelahan itu, dimana pertempuran itu dikenal sebagai Perang Hattin (walau pertempuran itu tidak disebutkan atau diperlihatkan dalam film; yang bisa kita lihat adalah hasilnya). Raja Guy dan Raynald ditangkap dan kemudian dihukum penggal oleh Saladin, yang kemudian bergerak bersama pasukannya ke Jerusalem, dimana cuma ada Balian sebagai pelindungnya. Peperangan berlalu 3 hari dengan cepatnya, Balian menunjukkan kehebatan taktiknya dengan menjatuhkan menara-menara penyerang Saladin. Suatu kali salah satu bagian dinding Jerusalem berhasil dirubuhkan, tapi pasukan Balian dengan gigih bisa menahan kekuatan Saladin. Keesokan harinya, Saladin mengajak Balian berunding, dan akhirnya Balian pun setuju menyerahkan Jerusalem kepada Saladin setelah Saladin mengajukan syarat jaminan keselamatan para umat Kristen untuk mengungsi ke negeri umat Kristen.

Di bagian akhir film akan tampak, Balian telah berada di rumah lamanya di Perancis. Seperti kejadian sebelumnya, ada sekelompok pasukan Salib menuju ke rumah itu, kali ini pasukan itu dipimpin oleh Raja Inggris Richard I. Richard mengatakan pada Balian bahwa beliau memimpin pasukannya dalam Perang Salib baru untuk merebut kembali Jerusalem dari Saladin. Raja Richard juga mengatakan beliau sedang mencari Balian, yang orang-orang kenal sebagai pembela Jerusalem, untuk memintanya bergabung, tapi Balian malah mengaku kalau dia hanyalah seorang pandai besi dan menolak ajakan tersebut. Kemudian kita akan melihat Sibylla, berpakaian jubah bulu mewah, dan pada gambar akhir kita bisa lihat Balian dan Sibylla berkuda bersama setelah berhenti sejenak di makam istri Balian.

Film berakhir dengan tulisan bahwa setelah bertahun-tahun berperang, Richard tetap tidak bisa merebut kembali Jerusalem, dan peperangan merebut Jerusalem terus berlanjut sampai tahun-tahun mendatang, dengan bunyi "[e]ven today, peace in the Kingdom of Heaven remains elusive."
Peace ajalah...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (2)

Sinopsis Film: TWILIGHT


Bella Swan yang diperankan oleh Kristen Stewart mempunyai ciri khas yang berbeda dengan gadis seusianya. Tak pernah bergaul dengan orang banyak dan tidak peduli dengan hal yang berbau fashion dan trend, di SMA Arizona ( High School Arizona ). Ketika ibunya menikahi lagi dan dia pilih untuk tinggal bersama ayahnya di kota kecil Washington yang sering kali hujan, dia tidak berharap banyak perubahan.Akan tetapi hal berganti ketika dia bertemu seorang pria misterius dan mempesona hatinya yakni Edward Cullen yang diperankan oleh Robert Pattinson.

Karena Edward berbeda dengan pria lain yang pernah dia jumpai dan tidak ada yang pernah sama, mungkin Edward adalah seorang pria yang cerdas, pintar dan lucu. Dan sorot matanya yang tajam bisa melihat sesuatu hal yang berbeda didalam jiwa Bella. Hum … Lirikan maut bok !! pas pertama kali ketemu. Dug dug dug … serrrr …

Tak lama kemudian, mereka dipertemukan dan Fallin In Love dengan percintaan yang menggairahkan dan jenis percintaan gaya kuno ( Ortodoks ) seperti Romeo and Juliet mungkin si Edward benar - benar berbeda dengan pria lainya. Dia bisa berlari lebih cepat dari macan, menghentikan mobil yang bergerak dengan tangan kosong ( adegan pertama yang berkesan buat cewek2 nih … hehehe ) Dan dia abadi. Lihat saja, dengan kelahiran sejak tahun 1918 tidak bertambah tua sedikitpun. Dan tentu saja, dia adalah seorang Vampir. Tapi kali ini, mitos vampir yang di publikasikan di film lainnya dengan taring tajam, tapi disini berbeda. Dia tidak mempunyai taring … tapi hanya di film ini loh … dan tidak meminum darah manusia yang mana salah satu gaya hidup keluarga vampir yang unik disaat itu. Bisa diartikan mereka vegetarian untuk istilah kita ( tidak memakan daging ). Mereka hanya membunuh hewan dan meminum darahnya.

Bagi Edward kedatangan Bella sudah dia tunggu sejak 90 tahun yang lalu sebagai pasangan sejatinya ( soulmate ). Tetapi ketika kedekatan relationship antara mereka berdua, Edward merasa takut apabila insting hewannya lepas kendali yang diakibatkan bau darah si Bella dan dia berusaha mengendalikan diri. Dan diluar dugaan ada jenis vampir lain yang menghisap darah manusia datang ke kota dan ada mengira ada makanan kecil yang dibawa oleh Edward … ( soalnya pas nonton dengernya Bringing a snack ) yang akhirnya Bella di culik oleh vampir itu, Apakah Bella akan selamat dan ditolong oleh Edward ? Dunno deh … Di sinilah inti kekuatan cerita romance nya. Dengan gaya cerita Romeo dan Juliet hanya saja perbedaan antara Vampir dan manusia, cinta yang terlarang dan maut.

Banyak effect sederhana tetapi mengesankan, seperti Edward menolong Bella dengan menghentikan van yang lepas kendali, ketika lari ke puncak gunung dengan kecepatan yang begitu menakjubkan, permainan Baseball yang keren, dan seabrek lainya. Tetapi bukan point itu yang di tonjolkan, tetapi lebih fokus ke cerita romantisnya. Buat saya, recommended banget deh buat yang pengen pacaran dan bingung nonton film romance tanpa takut sama sekali. Saya tegaskan ini bukan film horror … tapi lebih cenderung ke film Romantis. Vampir itu adalah bumbu ceritanya yang mempersulit keadaan. Hehehe … Selamat nonton aja deh …

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Keep Your Smile, Please!!



“Orang yang murah senyum dalam menjalani hidup ini bukan saja orang yang paling mampu membahagiakan diri sendiri, tetapi juga orang yang paling mampu berbuat, orang yang paling tangguh menghadapi kesulitan dan memecahkan persoalan, serta orang yyang paling dapat menciptakan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain”
(Ahmad Amin, Faidhul Khatir)
Rosullullah bersabda: “senyummu di depan saudaramu adalah sedekah”

Tertawa merupakan puncak kegembiraan, titik tertinggi kecerian dan ujung rasa suka cita. Namun, janganlah engkau banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu mematikan hati. Maka, tertawalah sewajarnya saja.
Abu Darda berkata:
“Sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan hatiku. Dan Rosulullah sendiri, sesekali tertawa hingga tampak gerahamnya. Begitulah tertawanya orang-orang yang berakal dan mengerti tentang penyakit jiwa serta pengobatannya”

Wajah nan berseri tanda suka member
dan, tentu bersuka cita saat dipinta
Kau melihatnya senantiasa gembira saat kau datang
seolah engkau memberinya apa yang engkau minta padanya
Demi jiwaku yang bapakku menebusnya untukku
ia laksana pagi yang diharapkan
dan bintang yang dinantikan
Canda kadang menjadi serius
namun hidup tanpa canda jadi kering kerontang

Senyuman tidak akan ada harganya bila tidak terbit dari hati yang tulus dan tabiat dasar manusia, karena manusia adalah mahluk yang suka tersenyum. Maka, tersenyumlah, selama antara kau dan kematian ada sejengkal, setelah itu engkau tidak akan pernah tersenyum.

“Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian berendah hati, hingga tidak ada salah seorang diantaramu yang berlaku jahat pada yang lain dan tidak ada salah seorang diantaramu yang membanggakan diri atas yang lain”
(Al.Hadist)


“Laa Tahzan” By: DR. ‘Aidh bin Abdullah al-Qarni, MA

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

OPINI: Kuota 30 %: Peluang dan Tantangan Bagi Perempuan dan Partai Politik

Pemilu Legislatif yang akan dilaksanakan pada bulan April 2009 tinggal menghitung hari. Salah satu wacana yang banyak dikupas oleh berbagai media adalah mengenai persoalan pemberlakuan kuota 30 % keterwakilan perempuan di lembaga legislatif. Upaya penegasan kembali kuota keterwakilan perempuan melalui reformulasi sistem kuota dalam regulasi Pemilu 2009 ditandai dengan diterbitkannya UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Regulasi tersebut secara kualitas lebih memberi jaminan terhadap peningkatan jumlah perempuan dalam keterwakilan perempuan di parlemen. Secara eksplisit, UU No. 10 Tahun 2008 menyatakan bahwa daftar bakal calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota memuat paling sedikit 30% keterwakilan perempuan. Selain itu, pada pasal 55 ayat (2) juga dinyatakan bahwa di dalam daftar bakal calon dalam setiap 3 (tiga) orang bakal calon terdapat sekurang-kurangnya 1 (satu) orang perempuan bakal calon. Hal ini memberikan peluang sekaligus tantangan bagi perempuan dan partai politik untuk ikut mendukung upaya peningkatan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif baik secara kuantitas maupun kualitas, sehingga kesetaraan dan keadilan gender di bidang politik dapat terwujud.
Kota Surakarta yang 53,1 % penduduknya adalah perempuan atau sebanyak 283.672 orang dari total penduduk Kota Surakarta sebanyak 534.540 orang dengan rasio jenis kelamin (sex ratio) 88,44 (Jateng dalam Angka: 2006), merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki kesenjangan gender yang masih cukup tinggi. Pada tahun 2005 Indeks Pembangunan Gender Kota Surakarta adalah sebesar 71, 9 dan Indeks Pemberdayaan Gender sebesar 56,4 (www.menegpp.go.id). Indeks Pemberdayaan Gender tahun 2005 menunjukkan bahwa pada indikator tingkat partisipasi perempuan di parlemen, kesenjangan gender di Kota Surakarta, khususnya di bidang politik masih tinggi dengan presentase perempuan di parlemen pada periode Pemilu 2004 sebesar 5,0 %. Secara umum, perkembangan jumlah keterwakilan perempuan sebagai anggota legislatif di DPRD Kota Surakarta mengalami fluktuasi dari periode ke periode dengan rata-rata 8,5 %. Persentase tertinggi jumlah keterwakilan perempuan di DPRD terjadi pada tahun 1997 yaitu 15,6 % atau sebanyak 7 orang dari 45 orang anggota DPRD. Sedangkan persentase terendah terjadi pada tahun 1999 yaitu 2,2 % atau 1 orang dari 45 orang anggota DPR
Pada Pemilu tahun 2004, rendahnya partisipasi politik perempuan sebagai anggota legislatif di DPRD disebabkan oleh kurangnya dukungan partai politik dalam mengimplementasikan kebijakan afirmatif yang ditetapkan melalui UU No. 12 Tahun 2003. Berdasarkan laporan KPUD Kota Surakarta, hasil Pemilu tahun 2004 memperlihatkan jumlah keterwakilan perempuan di DPRD Kota Surakarta masih sangat rendah yaitu 2 orang atau sekitar 5 % dari jumlah keseluruhan anggota DPRD sebanyak 40 orang.
Pada Pemilu 2009 mendatang, melalui ketentuan kuota 30 % keterwakilan perempuan yang diitegaskan dalam UU N0 10 Tahun 2008, jumlah keterwakilan perempuan di DPRD Kota Surakarta diharapkan akan meningkat. Namun demikian, realitas menunjukkan bahwa tidak semua parpol dapat memenuhi ketentuan tersebut. Berdasarkan data KPUD Kota Surakarta, terdapat 33 partai politik yang akan berkompetisi di Pemilu 2009 dengan jumlah caleg sebanyak 541 orang yaitu 349 orang laki-laki dan 192 orang perempuan. Rata-rata jumlah caleg laki-laki cenderung lebih banyak (64, 51%) daripada jumlah caleg perempuan. (35, 49%). Dari 33 partai politik, terdapat 12 partai yang tidak memenuhi kuota 30 % keterwakilan perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa ada beberapa partai politik yang belum memenuhi aturan sebagaimana yang diamanatkan UU. Hal ini pada dasarnya disebabkan oleh banyak faktor baik internal maupun eksternal dari partai politik yang bersangkutan.
Kurangnya ketersediaan kader perempuan menjadi salah satu faktor, minimnya caleg perempuan yang diusulkan. Bagi sejumlah partai lama dan telah memiliki basis massa yang cukup besar, permasalahan minimnya kader perempuan mungkin tidak menjadi persoalan. Namun, hal ini sangat berbeda bagi partai-partai yang masih tergolong partai baru dan belum memiliki basis massa yang besar.
Masih berkembangnya ideologi gender yang disosialisasikan oleh budaya, agama, maupun negara menyebabkan adanya marginalisasi, subordonasi dan stereotipe terhadap perempuan yang ingin berkarir di dunia politik. Nilai-nilai budaya masyarakat yang menempatkan perempuan lebih dominan pada peran domestik, sementara laki-laki lebih dominan pada peran publik, menjadi hambatan tersendiri bagi perempuan untuk berpartisipasi di lembaga legislatif. Hambatan psikologis individu seperti kurangnya kesadaran dan kepercayaan diri perempuan untuk terlibat di bidang politik dan juga rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan perempuan di lembaga legislatif juga menjadi faktor rendahnya partisipasi perempuan terjun di dunia politik.
Oleh karena itu, peran partai politik dalam mengimplementasikan pemberlakuan ketentuan kuota 30 % dalam sistem pencalegan sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 10 Tahun 2008 merupakan hal yang sangat strategis untuk mendukung peran dan partisipasi politik perempuan di lembaga legislatif sehingga dapat memperkuat daya tawar (bargaining position) perempuan dalam pembuatan kebijakan publik. Hal ini sesuai dengan peran dan fungsi partai politik sebagai sarana pendidikan dan rekrutmen politik maupun pengusulan calon (proposing candidat) di lembaga legislatif. Selain itu, partai politik perlu mengembangkan program-program pelatihan dan pendidikan politik yang memadai untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas berpolitik para calon anggota legislatif, khususnya perempuan sehingga lebih percaya diri. Partai politik juga perlu membangun jaringan kerja (net working) yang komunikatif dengan institusi politik baik pemerintah, masyarakat, pers atau media dan mensosialisasikan pentingnya keterwakilan perempuan di bidang legislatif agar dapat memperjuangkan aspirasi mereka demi mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan. Harapan kita ke depan adalah bahwa keterwakilan perempuan di lembaga legislatif.

Oleh: Rosita Novi Andari (Mahasiswa Publik Andministrasi, UNS, studi kebijakan publik dan gender)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

WACANA: Mencoba Kebijakan Afirmatif ala Jerman

Suara Merdeka, 23 Februari 2009

KEPUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) akhir 2008 dinilai bakal menurunkan secara signifikan keterwakilan perempuan dalam lembaga perwakilan kita. Alasannya adalah karena keputusan lembaga tinggi negara itu menegasikan ketentuan Pasal 214 Undang-undang (UU) No 10/2008 berkaitan dengan penetapan calon terpilih anggota legislatif yang didasarkan pada urutan nomor.
MK berkeyakinan pasal tersebut tidak sejalan dengan prinsip kedaulatan rakyat. Karena itu, calon yang mendapat suara terbanyaklah yang berhak duduk di lembaga legislatif. Dengan demikian, tujuan dalam pasal 55 ayat 2 UU itu tidak berguna lagi. Upaya meningkatkan keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif dengan cara menempatkan paling sedikit satu calon perempuan dari setiap tiga orang caleg, sangat sulit direalisasikan. Keputusan MK itu dianggap akan mempersulit pemenuhan kuota 30% perempuan di legislatif.

Walaupun MK menegasikan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tampaknya berencana tetap memperjuangkan keterwakilan perempuan dengan cara memberikan keistimewaan (lewat kebijakan afirmatif) dalam Pemilu 2009. Direncanakan, jika sebuah parpol di sebuah daerah pemilihan (dapil) berhasil merebut tiga kursi dan kebetulan ketiga-tiganya laki-laki calon legislatif (caleg), maka kursi ketiga harus diberikan kepada perempuan caleg berpendukung tertinggi.

Rencana KPU itu pun menimbulkan kritik. Tidaklah layak KPU sebagai pelaksana undang-undang malah membuat undang-undang baru. Rencana kebijakan afirmatif KPU itu kemungkinan besar akan menimbulkan konflik internal parpol. Sulit dipahami jika caleg ketiga terpilih (kebetulan laki-laki) harus menyerahkan kursinya kepada perempuan caleg yang sesungguhnya tidak memenuhi kuota suara minimum.

Kontroversi antara keputusan MK yang menetapkan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak di satu pihak serta keinginan meningkatkan keterwakilan perempuan dalam lembaga perwakilan di lain pihak, mendorong penulis memberikan sebuah saran penyelesaian.
Sistem Distrik
Dalam literatur ilmu politik, sistem pemilihan anggota parlemen jika disederhanakan ada tiga macam, yakni sistem distrik, sistem proporsional, dan campuran. Masing-masing sistem ini mempunyai variasi.

Sistem pemilu dan penetapan caleg terpilih dalam Pemilu 2009 seperti direkomendasikan MK, masuk dalam kategori sistem distrik dengan varian tertentu. Di sini wilayah nasional dibagi menjadi sekian distrik/dapil.

Masing-masing dapil memperebutkan sejumlah kursi legislatif. Para pemilih menjatuhkan pilihannya hanya kepada salah satu dari sekian calon. Para calon yang terpilih menjadi anggota legislatif adalah mereka yang berhasil mengumpulkan suara terbanyak pada urutan sekian teratas, sesuai dengan kursi yang diperebutkan di daerah pemilihan tersebut.

Adapun calon lain, yang perolehan suaranya lebih rendah, otomatis tidak terpilih. Misalnya, di dapil X diperebutkan tiga kurs, maka mereka yang terpilih adalah tiga caleg yang berhasil mengumpulkan suara terbanyak.

Keunggulan sistem ini, antara lain, mereka yang berpendukung terbanyak adalah yang terpilih. Dalam kaitan dengan penetapan caleg terpilih di Indonesia, keputusan MK sejalan dengan argumen ini.

Menurut MK, argumen ini searah dengan prinsip kedaulatan rakyat. Selain itu, keunggulan sistem ini, pemilih bisa memilih langsung caleg yang dianggap terbaik. Lagipula, sistem ini mendekatkan hubungan antara caleg dengan konstituen. Pola ini mendorong sistem kepartaian yang sederhana.

Kelemahan sistem ini, antara lain, adalah kesulitan para caleg yang kurang mendapat dukungan cukup banyak untuk melenggang ke gedung parlemen. Hanya caleg dari partai-partai besar dan mempunyai pendukung besar yang bisa menang. Untuk Indonesia, penggunaan sistem ini tentu akan mempersulit upaya meningkatkan keterwakilan kaum perempuan dalam parlemen.

Berkecimpungnya kaum perempuan Indonesia di arena politik belum begitu lama, mendalam, dan meluas. Konsekuensinya, pada waktu mereka mendaftar sebagai caleg, mereka tidak begitu dikenal dan nantinya tidak banyak dipilih.
Kebijakan afirmatif yang direncanakan KPU tentu tidak sejalan dengan sistem distrik. Selain itu, kelemahan sistem distrik yang lain adalah tidak ada keseimbangan jumlah suara dukungan bagi masing-masing caleg terpilih. Ada caleg terpilih dengan suara begitu banyak, akan tetapi ada pula caleg terpilih dengan suara cukupan saja. Lebih lanjut, perolehan suara dukungan dalam pemilu kadang tidak seimbang dengan perolehan kursi di lembaga perwakilan.
Sistem Proporsional
Seperti halnya sistem distrik, sistem proporsional juga bervariasi. Pada masa Orde Baru, kita menggunakan sistem proporsional dengan daftar tertutup. Dalam sistem ini, pimpinan partai membuat daftar para caleg dan menentukan rangking.

Karena menganut sistem daftar tertutup, pemilih menjatuhkan pilihan pada partai, baik itu untuk aras nasional, provinsi ataupun kabupaten/kota. Jumlah kursi yang diperoleh partai didasarkan pada suara sah yang diperoleh di suatu dapil dibagi total suara sah dikalikan jumlah kursi yang diperebutkan. Caleg terpilih biasanya mereka yang berada di rangking atas.

Keunggulan sistem ini adalah tingginya tingkat proporsionalitas. Kursi yang diperoleh di parlemen seimbang dengan suara yang diperoleh dalam pemilu. Dalam kaitannya dengan upaya mendongkrak jumlah kaum perempuan duduk di lembaga legislatif, sistem ini dianggap lebih menjanjikan.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, setiap partai berkewajiban mengajukan satu perempuan caleg dari setiap tiga caleg yang diajukan. Dengan cara seperti ini, jumlah kaum perempuan yang duduk di legislatif bisa mendekati angka 30%.

Selain itu, keunggulan sistem ini adalah adanya jumlah suara yang sama yang diperlukan bagi setiap caleg agar terpilih. Keunggulan lain sistem ini, suatu daerah pemilihan tidak cepat mengalami perubahan wilayah cakupannya.

Kelemahannya adalah ketidakmungkinan seorang pemilih memilih caleg idamannya. Juga hubungan caleg / anggota legislatif dengan konstituennya tidak dekat. Jumlah partai cenderung banyak pula.
Sistem Campuran
Sistem distrik memang memiliki kekuatan, yakni mampu merekrut calon berkualitas. Namun ia memiliki kelemahan pula, yaitu tidak bisa dipakai sebagai sarana pendongkrak jumlah kaum perempun di kursi legislatif yang baru nanti. Karena itu, untuk memungkinkan kenaikan keterwakilan kaum perempuan, sistem Pemilu 2014 perlu diubah.

Caranya dengan mencampur/menggabungkan sistem distrik dan sistem proporsional. Kelemahan sistem distrik bisa dikurangi dengan menggunakan sistim proporsional. Dengan sistem proporsional, parpol berkewajiban menempatkan satu perempuan caleg dalam setiap tiga caleg yang diajukan, sehingga jumlah mereka di parlemen meningkat.

Sistem campuran ini digunakan kali pertama oleh Jerman Barat (kemudian dilanjutkan Jerman) untuk memilih anggota Bundestag atau lembaga legislatif, dan semakin banyak diikuti negara lain seperti Rusia, Italia, Hongaria, Jepang, dan Selandia Baru (Dalton 2002: 233).

Di Jerman, anggota parlemen direkrut melalui dua cara sekaligus. Separo direkrut dengan sistem distrik dan separuh lagi direkrut dengan sistem proporsional. Setiap pemilih memiliki dua kartu suara: satu kartu dipakai untuk memilih caleg yang maju berdasar sistem distrik, sedangkan kartu lain digunakan untuk memilih partai favorit.

Jika sistem campuran ini digunakan di Indonesia akan memungkinkan perekrutan anggota legislatif yang berkualitas, peningkatan jumlah kaum perempuan di parlemen, pengurangan suara yang hilang, paling sedikit sebagian caleg/ anggota legislatif mau berhubungan dekat dengan konstituen. Memang sistem ini lebih mahal dan ruwet. Akan tetapi demi kepentingan bersama, mengapa tidak dicoba saja? (35)

— Tri Cahyo Utomo, dosen Magister Ilmu Politik Undip

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

The Second You Sleep




You close your eyes
and leave me naked by your side
You close the door so I can’t see
The love you keep inside, the love you keep for me
It’ fiils me up
It feel like living in a dream
It fills you keep inside, the love you keep for me
I stay to watch you fade away
I dream of you tonight, tomorrow you’ll be gone
It gives me time to stay
to watch you fade away
I dream of you tonight, tomorrow you’ll be gone
I wish by GOD you’ll stay
I stay awake
I stay awake and watch you’ll stay
I stay awake and watch you’ll fly
away into the night
escaping through a dream

by. Saybia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Harus Ku Apakan Rasa Sedih Ini??



Lari dari rasa sedih –bersembunyi dari rasa sedih-takkan berhasil. Berpura-pura selalu bahagia adalah kepalsuan. Kalau terjadi sesuatu yang tidak indah, kamu boleh merasa sedih; malah, kalau kamu tidak bisa bersedih, berarti ada yang tidak beres dalam diri kamu. Itu berarti, kamu putus dari dunia batin kamu dan tidak bisa memahami perasaan kamu sebenarnya.
Tanpa sadar, banyak orang hidup dalam berbagai tekanan. Bukan karena beban terlalu berat atau tidak kuat. Namun, karena tidak mau berterus terang. Sikap terus terang membuka jalan bagi penerimaan orang lain.
Kalau terjadi peristiwa yang benar-benar besar, seperti orang yang kita sayangi meninggal dunia, atau kehilangan teman yang sangat karib dan penting, kesedihan ini bukan cuma peraaan sekilas. Rasa sedih berubah menjadi duka cita. Lalu kamu harus melalui beberapa tahap emosional untuk bisa meninggalkan semua itu.
Yang mengejutkan, tahap pertama dari semua itu adalah mati rasa. Kamu merasa hal ini tidak benar-benar terjadi. Aku nanti akan terbangun, dan semua seakan kembali seperti semula-tidak ada rasa apa-apa-semua kelihatan seperti tidak nyata. Sulit untuk membicarakan apa yang sedang terjadi karena kita belum benar-benar menyadarinya…kita masih mati rasa. Lalu tahap berikutnya disebut kerinduan dan pencarian. Ini tahap kamu merasakan sakit di hati kamu ataupun perasaan resah. Kamu ingin sesuatu yang telah hilang darimu agar kembali, atau ingin hal lain sebagai gantinya-untuk mengisi tempat yang kini kosong. Tahap ketiga disebut kacau, marah, dan putus asa. Rasanya semua berbeda, aneh, tidak seperti seharusnya dan membuat kita marah-lalu datanglah putus asa, seolah keadaan tidak akan pernah menjadi baik, tidak peduli apapun yang akan terjadi. Lalu tibalah tahap keempat, yang disebut penataan kembali. Dalam tahap ini, hidup kita mula merasa baik lagi. Memang, tidak sama seperti dulu tapi hidup masih berlanjut. Biasanya, kalau kita telah berhasil melewati tahap ini, kita akan merasa lebih kuat dan lebih memahami kehidupan serta diri kita sendiri.
Hal terpenting bila kita dilanda kesedihan serta putus asa adalah, kita harus menerima perasaan itu, merasakannya, serta membiarkannya berlalu. Kita pasti bisa meninggalkan semua ini, asalkan kita tidak berpura-pura seolah-olah perasaan itu tidak ada hal yang bisa terjadi bila kita mengingkari perasaan itu adalah: kita bersikap sok kuat, dan menjerurumuskan diri ke hal-hal negative sperti memakai narkoba hanya untuk meninggalkan rasa sakit, atau terjebak di tahap kekacauan, marah, dan putus asa. Bila itu terjadi, hidup kita benar-benar telah keluar dari jalurnya. Sepertinya pe-merintah tidak mungkin bisa termotivasi, atau kembali ke jalur yang benar. Pemerintah akan terus menerus terseret oleh perasaan pe-merintah.
Menghadapi masalah. Dan mencaari jalan keluarnyalah, yang akan membuat pe-merintah tumbuh dewasa dan menjadi lebihkuat serta percaya diri. Melarikan diri dari masalah, akan berakibat sebaliknya-kita akan merasa ketakutan serta kurang percaya diri. Ingatlah, masalah adalah hal biasa dalam hidup. Masalah adalah bagian dari menjadi manusia. Yang membuat kamu tumbuh atau surut tenggelam dalah cara kamu menghadapi masalah itu.
Dari buku It’s My Life (Tian Dayton)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Tentang Kekuatan Cinta (1)

Terkadang sesuatu yang luput dari perhatian kita mempunyai arti besar dalam perjalanan hidup kita, segala yang ada disekitar kita, sekecil apapun hal itu, akan mengajarkan kita bagaimana menjalankan hidup, jika kita mau merenungkannya. Dan makna hidup ini, patutlah untuk selalu kita kita renungkan.
Irfan Toni Herlambang menuliskan makna hidup itu dalam sebuah maha kaarya yang patut dihargai. Dalam tiap lembar catatannya ia pun menorehkan kekuatan cinta yang mampu menjadi penyejuk jiwa ditengah begitu banyaknya cobaan ditengah padang pasir kehidupan.
Dab aku adalah satu jiwa yang haus akan kesejukan air dipanasnya padang pasir kehidupan itu. Satu caraku menghargai maha karya itu adalah menorehkan kembali kekuatan cinta itu dalam lembaran catatan hidupku. Aku berharap kekuatan cinta itu dapat menguatkan diriku dan membantuku belajar bagaimana menjadi kuat dalam hidup ini. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Tentang Kupu-Kupu



Ada seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Matanya kosong menatap hamparan air didepannya. Seluruh penjuru mata angin telah dilewatinya, namun tak satupun titik membuatnya puas. Kekosongan makin senyap sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain disana.
“Sedang apa kau disini, anak muda” Tanya orang itu. Rupanya suara seorang kakek Tua. “Apa yang kau risaukan?”
Anak muda itu menoleh, “Aku lelah Pak Tua. Telah berkilometer jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Kemanakah aku harus mencarinya? Bilakah kutemukan rasa itu?
Kakek Tua kemudian duduk disampingnya. Dipandangnya wajah lelah si pemuda. Lalu ia berkata “Di depan sana ad ataman. Jika kau ingin jawabannya, tangkaplah seekor kupu-kupu buatku”
Pemuda itu menatap kakek itu. Tidak percaya. Si kakek menganggukkan kepalanya. “Ya, Tangkaplah seekor kupu-kupu untukku dengan tanganmu,” kakek itu mengulang kalimatnya.
Pemuda itu pun bangkit dan pergi ke taman yang ditunjuk si kakek. Taman yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga bermekaran. Tak heran banyak kupu-kupu berterbangan di sana.
Anak muda itu mulai bergerak. Mengendap-mengendap. Ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Hap!! Luput. Segera dikejarnya lagi kupu-kupu itu. Sekali lagi tangannya menyambar. Hap! Gagal! Pemuda itu mulai berlari tak beraturan. Menerjang kesana kesini. Merobek ilalang, menerjang perdu, mengejar kupu-kupu itu. Namun, belum ada kupu-kupu yang tertangkap dan pemuda itu mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik turun dengan cepat.
Tiba-tiba ada teriakan “Berhenti dulu anak muda. Istirahatlah!” rupanya sang kakek. Ia berjalan perlahan tapi, lihatlah! Ada sekumpulan kupu-kupu berterbangan di kedua sisinya. Beberapa hinggap ditubuh tua itu.
“Begitulah caramu mengejar kebahagian? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?” sang kakek menatap pemuda itu. “Nak, mencari kebahagian itu seperti menagkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu.”
“Tangkaplah kupu-kupu itu daam hatimu. Karena kebahagian itu bukan benda yang dapat kau genggam atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagian itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan mekana-kemana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri.”
Kakek itu mengangkat tangannya. Dan, seekor kupu-kupu hinggap diujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu memancarkan keindahan. Pesonanya begitu mengangumkan kelopak sayap yang mengalun perlahan layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah. Seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.

Mencari kebahagiaan layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit bagi mereka yang terlalu bernafsu. Tapi, mudah bagi yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang ke sana-kesini, menabrak ke sana-sini, atau menerobos sana-sini. Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya.
Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisadi dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat digenggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara. Kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kitaberusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.
Maka, cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa itu menetap dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita, dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi, dan dalam riuh. Temukanlah bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita.
Bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada disekitar kita. Bahkan bahagia itu “hinggap” dihati kita, namun kita tidak pernah memperdulikannya. Mungkin juga berterbangan disekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.

To be continued…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Lihatlah Segalanya Lebih Dekat…



Ada waktu yang tak pernah kita sadari bahwa waktu itu amatlah berharga untuk kita. Waktu itu adalah waktu dimana alam selalu tersenyum pada kita.

Seseorang pernah berkata padaku:
“Ketika alam berkata padamu ‘sayangilah aku seperti kekasihmu’, maka sayangilah ia sampai bagian terkecil darinya. Dan saat kau bisa menyayanginya, kau pun akan dapat merasakan betapa besarnya kasih sayangNYA padamu. Ingatlah bahwa waktu terindah dalam hidupmu adalah waktu dimana ala mini tersenyum padamu”

Kadang kita memang lupa bahwa alam ini sangatlah patut untuk kita syukuri dan hargai. Bagaimana ala mini begitulah kita seharusnya. Ada untuk dihargai, seperti adanya kita yang selalu ingin dihargai.

Lihatlah awan putih diatas sana.
Lihatlah birunya langit pagi ini
Cobalah selami jauh kedalamnya
dan temukanlah satu keindahan didalamnya
Ada satu kenyamanan yang tak pernah kau pikirkan
Syukurilah dan hargailah
Betapa Agungnya kasih sayangNYA padamu.
Lihatlah segalanya lebih dekat, dan kau kan mengerti…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Istighfar Kepada ALLAH SWT



Istighfar, kalimat yang sangat pendek, tapi memiliki makna yang sangat dahsyat, sangat dalam, sangat indah dalam hidup kita. Istighfar memiliki dua makna.

Yang pertama, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta ampun kepada Allah, minta dimaafkan kesalahan kita, minta ditutupi aib-aib kita. Semakin sering kita beristighfar maka semakin bersih diri kita dari dosa, dari kesalahan, dari aib-aib. Karena itu Allah sangat menyukai hamba Allah yang terus beristighfar. Karena tidak satu pun di antara kita yang bersih dari dosa, maka istighfar adalah kewajiban dan kebutuhan kita, agar Allah mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita dan menutupi aib kita.

Yang kedua, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta kepada Allah, mohon kepada Allah, amat sangat, agar Allah memperbaiki hidup kita, menguatkan aqidah kita, membuat kita nikmat dalam ibadah khusyuk, menjadikan akhlaq kita mulia.

Subhanallah. Satu ucapan tetapi memiliki dua keinginan. Karena itu tidak heran hamba Allah yang sungguh-sungguh beristigfar tampak dalam kehidupannya, semakin berkah, semakin membawa kebaikan dan perbaikan,semakin bahagia, tenang, senang, menyenangkan, di dunia dan di akhirat. Karena itu Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang melazimkan, mendawamkan dirinya selalu beristighfar kepada Allah, maka Allah mudahkan saat ia sulit, Allah gembirakan saat ia sedih,dan Allah beri rezki dari jalan yang tidak pernah ia duga."

Kemudian dalam Al Qur'an surat Nuh ayat 10, 11, 12, Allah SWT berfirman, "Beristighfarlah kepada Tuhanmu - sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun - niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (QS. Nuh:10-12)

Beristighfarlah kita kepada Allah, niscaya Allah turunkan musim hujan yang berat. Allah mudahkan kita mendapatkan rezeki. Allah hadirkan di tengah kita anak-anak kita, generasi-generasi yang sholeh, generasi robbani. Kemudian Allah makmurkan negeri kita, Allah sejahterakan kita. Allahu Akbar.

Jadi, istighfar bukan hanya kewajiban, tapi kebutuhan kita. Karena itulah Rasulullah SAW, beliau tidak bangun dari tempat tidur beliau, kecuali beliau beristighfar 70 kali, dalam hadits lain 100 kali. Padahal dia ma'sum, dijamin masuk surga, bebas dari dosa, (tapi) begitu hebat istighfarnya kepada Allah. Apalagi kita yang banyak dosa.

Astagfirullahal 'adzim, ampunilah dosa kami ya Allah.. tutupi aib kami.... betapa selama ini kami mudah tergelincir dalam dosa namun tak bersegera memohon ampun kepada-Mu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)

Nice Strory For Vie 2: Berkah Itu Berupa Cinta Yang Tulus



Setahun lalu aku menjadi seorang yang sangat menderita jika tak bisa dibilang sial, karena penyakit mata yang kuderita. Dokter yang mendiagnosaku mungkin menjadi salah seorang yang paling kubenci di dunia ini, karena salah mendiagnosa penyakitku aku akhirnya menjadi buta dan terlempar ke dunia yang gelap gulita, penah amarah, frustasi dan rasa penyesalan yang tak ada habis-habisnya.
Sebagai perempuan yang awalnya normal, aku merasa kehilangan segalanya, merasa tak berdaya dan merasa menjadi beban buat semua orang yang ada di sekelilingku. Namun lama kelamaan aku menjadi lebih sadar dan bisa menerima semua yang sudah terjadi, bagaimanapun aku bertindak, betapapun aku sering menangis atau mungkin mengomel dan menyalahkan Yang Maha Kuasa atas penderitaan yang ditimpakanNya padaku, penglihatanku tak akan pernah kembali ke keadaan semula.
Aku sebenarnya orang yang sangat optimis dengan segala sesuatu, namun kini keseharian aku isi dengan perjuangan yang demikian berat. Depresi membuatku kehilangan arah dan menguras tenagaku, dan aku hampir frustasi dibuatnya. Saat ini aku menjadi sangat bergantung pada orang lain, terutama suamiku. Padahal semua itu membuatku merasa sangat kerdil dan menyusahkan banyak orang. Aku tak lagi mampu masuk kamar sendiri, semua serba dituntun, dibimbing, sangat diperhatikan, seolah-olah aku ini anak kecil.
Untunglah ditengah-tengah kesulitan itu, aku memiliki seorang suami yang sabar dan selalu melayani semua keperluanku. Namun lama kelamaan hal itu membuatku merasa tak nyaman. Aku ingin sekali kembali dengan kegiatanku, pergi ke kantor, melayani klien-klienku. Kebetulan aku adalah seorang konsultan psikologis, jadi masih ada kemungkinan aku kembali bekerja dan memberikan pelayanan kepada mereka yang membutuhkan
Ketika aku baru kehilangan penglihatan, orang pertama yang membantuku menemukan kembali kepercayaan, kekuatan yang aku butuhkan. Entah bagaimana caranya yang jelas ia begitu gigih dan seolah tahu apa yang harus ia perbuat. Hingga akhirnya aku menyatakan siap untuk bekerja lagi, tetapi tetap saja masalah menggayuti rencanaku tersebut. Dulu aku biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi sendirian. Dan kahirnya suamiku memutuskan untyik mengatarku setiap hendak dan pulang dari kantor.
Mula - mula, kesepakatan itu membuatku merasa nyaman dan suamiku puas karena bisa melindungi, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun. Tetapi, akhirnya suamiku segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru. Ia mulai menawarkan aku cara lain agar aku bisa ke kantor. Dengan meggunakan bis, aku ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi. “Mas aku ini buta,” ujarku sengit.
Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersamaku, selama masih diperlukan, sampai aku hafal dan bisa pergi sendiri. Dan itulah yang terjadi. Selama 2 minggu penuh suamiku mengawalku ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari aku bagimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana aku berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Dia menolongku berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan satu kursi kosong untukku. Dia membuatku bisa kembali tertawa, Setiap pagi kami berangkat bersama-sama, setelah itu ia akan naik taksi ke kantornya. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk melakukan perjalanan itu seorang diri.
Tibalah hari senin. Sebelum berangkat, aku memeluk suamiku yang pernah menyertaiku dalams atu bus dan memberikan yang terbaik. Aku tak dapat membendung air mataku, air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan cinta suamiku. Dia mengucapkan selamat jalan. Untuk pertama kalinya kami pergi kearah yang berlawanan. Setiap hari aku jalani dengan sempurna.
Belum pernah aku merasa sepuas ini. Aku mampu berangkat kerja tanpa dikawal. Pada hari Jum’at pagi, seperti biasa aku naik bus ke tempat kerja. Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata, ”wah, aku iri padamu”. aku tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadaku atau tidak. Lagipula, siapa yang bisa iri pada seorang perempuan buta yang sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untk menjalani hidup?
Karena penasaran aku bertanya kepada sang supir, “Kenapa kau bilang kau iri kepadaku?” Sopir itu menjawab, “Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu”. aku semakin tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi aku bertanya.”Apa maksudmu?” Kau tahu minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah itu dia meniupkan ciuman, Kau perempuan yang beruntung”. kata sopir itu.
Sontak air mata bahagia membasahi pipiku. Karena meskipun secara fisik aku tidak dapat melihat suamiku, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Aku beruntung, sangat beruntung, karena suamiku memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk meyakinkan diri, hadiah cinta yang bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan. (rn)
www.perempuan.com Wednesday, 10 October 2007

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Users' Comments (0)