RSS

Halamannn

Kekuatan Cinta 3: Jembatan



Dua orang bersaudara tinggal di suatu ladang. Dulu mereka hidup nyaman, saling bantu, dan saing tolong. Namun, karena suatu masalah, kini mereka berselisih. Kasih sayang yang berlangsung selama hidup berdampingan sepuluh tahun sirna dalam sekejap. Awalnya hanya kesalahpahaman kecil, lalu menjadi saling ejek dan saling maki, setelah tak bertegur sapa selama seminggu.
Pada suatu pagi si kakak kedatangan tamu. Rupanya seorang tukang kayu yang datang lengkap dengan kotak perkakasnya, “saya mencari kerja. Apakah anda punya pekerjaan untuk saya” tanyanya.
“oya” kata si kakak. “saya punya satu pekerjaan untukmu. Coba lihat disana, di lading sebelah sana. Di sana tinggal tetangga saya. Ehhmm, sebenarnya adik saya. Dua minggu lalu dia membuat masalah dengan saya. Sebelumnya di sana ada sebuah tanah lapang, tapi dia telah menguruk tanah itu dan kini ada sebuah lembah kecil disana. Mungkin ia ingin membatasi tanahnya dengan lembah itu.”
“tapi” dia berkata lagi, “saya bisa lakukan yang lebih baik dari pada dia. Kamu lihat kumpulan kayu yang dilumbung itu? Saya ingin kamu membuat pagar. Dan ingat tingginya harus 10 meter sehingga dia tak akan bisa lagi melihat lading saya lagi. Saya ingin memberinya pelajaran”
“baiklah , saya bisa mengerti masalahnya.” Jawab si tukang kayu. Sekarang tunjukkan di mana palu dan paku supaya sayaa bisa mulai bekerja. Saya akan membuat anda senang dengan pekerjaan saya ini.”
Sang kakak menunjukkan tempat perkakas miliknya. Lalu pergi ke kota untuk membeli beberapa barang sehari-hari. Ia juga berpesan kepada si tukang kayu untuk menyelesaikan tugasnya itu dalam seminggu. Jadi selesai tepat saat ia kembali dari kota.
Tibalah saat itu. Matahari hampir tenggelam ketika sang kakak tiba dari kota. Ia langsung menuju perbatasan lading itu. Matanya terbelalak. Betapa kagetnya ia, sebab disana tidak dilihatnya pagar. Yang ada justru sebuah jembatan yang menghubungkan ladangnya dengan lading adiknya.
Di ujung lainnya sang adik ternyata telah berdiri sambil melambai-lambaikan tangan. Dalam temeramam senja kedua kakak beradik itu bertemu di tengah jembatan.
Sang adik berkata, “ kak, engkau begitu baik telah membuatkan satu jembatan buat kita berdua. Padahal aku yang memulai segalanya. Aku yang membuat lembah ini sebagai batas diantara kita. Engkau begitu baik, walaupun atas segala yang pernah ku ucapkan dan telah kuperbuat.
Sang kakak tak menyangka seperti ini kejadiannya. Sebenarnya ia ingin juga membuat batas diantara mereka. Kedua tangan kakak beradik itu lalu terbuka untuk saling berpelukan.
Ditempat yang agak jauh si tukang kayu menyaksikan adegan itu. Kemudian memanggung parkakasnya. Bersiap pergi. Tapi, ekor mata si kakak segera menangkapnya. “heii..tunggu! jangan pergi!Aku punya pekerjaan lain untukku.” Teriak si kakak memanggil si tukang kayu.
“Saya ingin sekali berada di sini dan merasakan kebahagiaan kalian, tapi masih banyak jembatan lain yang harus ku bangun. Terima kasih.”
Jembatan, antara manusia adalah cinta dan kasih sayang. Dalam cinta, kita akan menemukan arti saling pengertian, pengharapan, welas asih, perhatian, peneguhan, dukungan, semangat dan banyak hal lainnya.
Jika tak bisa menemukan cara untuk memberikan kasih kepada banyak orang, etidaknya kita punya cara untuk mengingat bahwa kita telah lakukan apa yang terbaik. Sesungguhnya yang kita butuhkan hanyalah sedikit sentuhan bahwa sebenarnya kita adalah satu dan punya keinginan yang sama, dicintai dan mencintai.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: